Produksi steril merupakan salah satu proses paling kritis dalam industri farmasi karena produk yang dihasilkan harus bebas dari mikroorganisme hidup, partikel asing, dan pirogen yang dapat membahayakan pasien. Pada materi ini akan dibahas konsep dasar produksi steril, dimulai dari perbedaan mendasar antara produksi steril dan non-steril, baik dari sisi proses, lingkungan, maupun tingkat pengendalian yang diperlukan. Selain itu, akan dipahami tujuan utama dari produksi steril yaitu mencegah terjadinya kontaminasi mikroba, partikel, dan endotoksin melalui sistem pengendalian yang ketat. Pendekatan berbasis risiko atau Quality Risk Management (QRM) juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan proses mampu meminimalkan potensi risiko terhadap mutu produk.
Kontaminasi menjadi topik utama dalam produksi steril karena merupakan ancaman terbesar terhadap keberhasilan proses dan keamanan produk. Pada sesi ini akan dipelajari definisi serta jenis-jenis kontaminasi yang umum terjadi, seperti kontaminasi mikroba, partikel, dan endotoksin. Pembahasan juga mencakup berbagai sumber kontaminasi, mulai dari personel, lingkungan, bahan baku, peralatan, hingga utilitas pendukung proses. Untuk memperkuat pemahaman, peserta akan mempelajari contoh kasus kontaminasi, bagaimana sumbernya dapat diidentifikasi, serta metode pemantauan yang digunakan untuk mendeteksi dan mengendalikan kontaminasi secara efektif.
Desain fasilitas produksi steril memiliki peran penting dalam menjaga integritas proses aseptik. Materi ini akan membahas berbagai jenis ruangan yang terdapat dalam fasilitas produksi steril, seperti ruang penimbangan bahan baku, ruang persiapan, ruang pencucian vial/ampul, ruang mixing, filtrasi, filling, koridor, dan airlock. Selain itu, peserta akan memahami pentingnya pemisahan alur personel dan material untuk mencegah kontaminasi silang. Konsep klasifikasi kebersihan ruangan berdasarkan International Organization for Standardization, kondisi at rest dan in operation, serta tahapan kualifikasi ruangan juga akan dibahas sebagai dasar dalam memastikan fasilitas memenuhi persyaratan produksi steril.
Sebagai pendukung utama proses steril, sarana penunjang kritis menjadi aspek yang wajib dipahami dan dikendalikan dengan baik. Dalam materi ini akan dibahas sistem seperti AHU (Air Handling Unit), boiler, water system, compressed air, dan LAF (Laminar Air Flow), termasuk fungsi, prinsip kerja, dan aplikasinya di fasilitas produksi. Setiap sistem memiliki parameter kritis yang harus dipantau secara berkala, seperti suhu, kelembapan, tekanan diferensial pada AHU, kualitas Purified Water dan WFI pada water system, dew point dan oil content pada compressed air, serta flow rate dan jumlah partikel pada LAF. Pemahaman terhadap sarana penunjang kritis ini sangat penting untuk menjaga konsistensi kondisi lingkungan dan mendukung keberhasilan proses produksi steril secara keseluruhan.
