
Pelaksanaan proses produksi sediaan dry injection di industri farmasi merupakan salah satu tahapan yang memerlukan pengendalian mutu dan penerapan aspek sterilitas yang sangat ketat. Sediaan ini umumnya dibuat dalam bentuk serbuk steril yang akan dilarutkan kembali (reconstituted) menggunakan pelarut tertentu sebelum digunakan oleh tenaga kesehatan. Karena produk akan diberikan secara parenteral langsung ke dalam tubuh, setiap tahapan produksi harus dilakukan sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk memastikan produk yang dihasilkan aman, efektif, dan memiliki kualitas yang konsisten. Proses produksi dry injection diawali dengan persiapan bahan baku dan bahan pengemas yang telah melalui proses penerimaan, pengujian, serta pelulusan oleh bagian Pengawasan Mutu (Quality Control). Setelah itu dilakukan penimbangan bahan sesuai formula yang telah ditetapkan. Tahapan berikutnya meliputi pembuatan larutan atau suspensi, filtrasi, sterilisasi, hingga pengisian (filling) ke dalam vial steril. Seluruh proses ini dilakukan di area produksi yang dikendalikan secara ketat, baik dari segi kebersihan ruangan, tekanan udara, suhu, kelembapan, maupun jumlah partikel yang ada di udara. Selain proses produksi, pengendalian mutu juga dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai pengujian, seperti uji sterilitas, uji endotoksin bakteri, pemeriksaan kadar air, uji keseragaman bobot, hingga pengujian stabilitas produk. Setiap tahapan harus didokumentasikan dengan baik untuk menjamin ketertelusuran (traceability) serta memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Dokumentasi yang lengkap juga menjadi bagian penting dalam memenuhi persyaratan regulasi dan audit dari otoritas kesehatan. Melalui course ini, mentee akan mempelajari secara komprehensif mengenai alur produksi sediaan dry injection di industri farmasi, mulai dari persiapan bahan, proses pembersihan, proses produksi aseptis, hingga pengemasan dan pengendalian mutu. Selain memahami teori dasar, peserta juga akan memperoleh gambaran mengenai praktik yang diterapkan di industri sehingga dapat memahami tantangan, aspek kritis, serta pentingnya menjaga kualitas dan sterilitas pada setiap tahapan proses produksi dry injection.